Saturday, July 18, 2020

Jangan Lupakan Dia



#Pray_For_Palestine

Palestina. Dengan segala kemuliaannya. Dengan baitul maqdis menjadi salah satu pusat cahayanya, tempat nabi muhammad melaksanakan perjalanan agung isra miraj, dan menjadi kiblat pertama kaum muslim . Pun juga berbagai keterangan indah tentangnya dalam firmanNya.

Mungkin negara ini memang telah hilang di google maps ataupun apple maps atau peta peta lain buatan kaum kafir , tapi jangan pernah hilangkan ia dari ingatan kita, kaum muslimin.

Rangkul saudara kita dengan doa se-erat eratnya.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَالدِّين

بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِين

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ و على آله وصحبه أجمعين...

Sungguh menyedihkan, semakin lama dunia makin kuat usahanya untuk meruntuhkan Islam. Sedang kaum muslim sepertiku juga masih merangkak belum mampu melakukan apa apa. Kapankah cahaya islam ini mampu bersinar kembali? Sungguh aku rindu.




Sunday, June 14, 2020

Cinta Paling Sepihak

Cinta sepihak selalu menyakitkan. Bukan karna kita ga ikhlas memberikan cinta itu , akan tetapi, jika itu terjadi terus menerus kayak gitu kan bikin capek, ngerasa sia sia, dan bisa saja menyerah, apa kamu pernah merasakannya rasa sakit cinta sepihak atau cinta bertepuk sebelah tangan?

Dan Taukah km Siapa yang paling merasakan cinta bertepuk sebelah tangan di seluruh penjuru alam ini?
Yang tak lelah memberikan kasih sayangnya meski seringkali yg diberi tidak tau diri, Yang tak terhitung pertolongannya namun yg ditolong masih sering menuntut banyak hal. 

Ya , Dialah Allah SWT, Sang Maha Cinta Yang Tak Lekang Zaman. Semua manusia pasti pernah merasakan kebahagiaanNya, akan tetapi tak semua berusaha untuk membalas kebaikanNya. Seringkali lalai sekali , banyak menuntut, datang hanya ketika punya masalah, meminta pertolongan, lalu hilang setelahnya. Betapa jahatnya.. padahal kita pasti sakit hati juga kalo digituin kan.. astagfirullahaladzim.. 

Naudzubillah, semoga Allah tak pernah lelah menemani kita, tak menyerah untuk memberikan kebaikanNya pada kita, selalu ditunjuki jalan jalan lurusNya. Dan semoga kita bisa menjadi pribadi yg lebih baik, lebih mencintai Yang Maha Pemberi Cinta, selalu mengingatNya, dan tak pernah lelah menaatiNya sebagaimana Dia yang tak pernah lelah memberi kasih. 
Aamiin ya rabbal alamin. 

Wednesday, June 10, 2020

Pandainya Menyakiti Diri Sendiri

Tentang kayak gini, rasanya pengen nertawain diri sendiri sambil nangis, karna suka bodoh banget.

Bisa bisanya sebuah luka yg menganga pas kecil diremehin, pas makin parah ya.. tetep biasa aja, make obat ga beraturan dan salah, akhirnya pas udh parah baru konsultasi ke dokter yang tau masalahnya terlanjur terlambat, cuma bisa sedih. Niatnya sih ga mau diulang lagi. Tapi entahlah, sepertinya fasenya tetap sama saja. 

Jangan jadi kayak aku ya. 

Sakit fisik maupun nonfisik itu ga pernah enak. Sembuhin dengan baik dan jangan ngobatinnya sembarangan , setidaknya ada obat yang manjur dari yg lebih paham atas sakitmu itu. 

Baik baik aku, baik baik juga kamu.

Perihal Lembaran Hidup

Berlembar lembar perjalanan tak terkira, nyatanya setiap halamannya selalu ada yang berbeda. Mulai dari warnanya, corat coretnya, kadang juga lembarannya basah entah apapun penyebabnya. Dari sana aku sedikit demi sedikit mengenal.

Sebagaimana yang orang orang bicarakan mengenai lembar hidup ini bahwa, tidak akan terlihat putih tanpa mengenal hitam. 

Begitu pula rasa manisnya yang datang ketika mencicipi pahit.

Ternyata itu juga penyebab kita syukur saat kita pernah merasakan sempitnya hidup. 

Meski mungkin bisa saja merasakan syukur di hidup yg lapang. Tapi jika pernah merasakan sempit itu jadi kayak makin relate gitu.

Thursday, May 21, 2020

Note to my self

Kamu. Coba liat Perjalanan hidupmu, kamu tau sendiri ga cuma seneng2. Banyak susahnya. Banyak air mata . Banyak keluh. Jangan smpe itu sia sia. Tetep harus inget tujuan. Ini bukan acara destinasi jalan jalan. Atau acara pindah rebahan. Ini bener bener perjalanan hidup yg panjang yg besok lusa ada hasil nyata. Bisa berguna buat org org. N satu lagi , harus inget tujuan ''cari ridho Allah". 

Kamu. Semoga sukses buat kamu. Buat semua mimpi mimpimu. Buat semua niat baikmu. :')

Saturday, May 9, 2020

Bukan Sekedar Pesan

SyariatNya lebih dari sekedar petuah2 bijak. Ia adalah petunjuk bagi umat manusia. Sebagaimana saat kita dhadapkan pada 2 jalan yg terlihat sama dan kita tdk bsa mmbedakan mana jalan yg akan menuntun kita sampai tujuan, maka saat kita berpegang teguh pada syariatNya , ia akan mengarahkan jalan yg benar.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 103)

Thursday, March 12, 2020

Bahagia Dalam Genggam Bersama

Hari ini. Aku memang gelisah.. Entah bagaimana cara bahagia. Berkali kali bilang bingung. Tapi gak tau juga bingung karna apa.

Mungkin karna aku kehilangan makna bahagia. Apakah bahagia itu hp? Apakah bahagia itu punya uang? Apakah bahagia itu ketika kamu punya seabrek waktu luang? Apakah bahagia itu saat kamu lebih tinggi dan lain rendah d bawah? Lantas saat semuanya sudah ada. Sudah kau rasa. Kenapa masih ada resah ?

Dan tadi , entah apa maksud tuhan menasehati. Karna nyatanya. Bahagia yg aku cari selama ini memang salah. Bahagia itu , syukuri syukuri syukuri. Bahagia itu , berbagi kasih dari hati ke hati. Bahagia itu , ketika tangan berhasil menyingkirkan bagian kesulitan yg berat di atas pundak orang lain. Bahagia itu peduli. Bukan pengen menang sendiri. Bukan menindas dgn kaki yg merasa tinggi. Bukan malah semakin menindih mereka yg sedih.

Bahagia itu sederhana. Merasa cukup dan tak pernah ingin lebih untuk hal duniawi. Dan tak pernah berhenti untuk saling bantu saling peduli. 

Masalah Kuatkan Aku

Ujian sejati adalah untuk menguji kepasrahan kita pada yg maha kuasa, bukan menguji kemampuan bisa atau tdknya kita. Karna ujian itu ada karna memang yg maha kuasa tau kita bsa melewatinya. Ujian adalah untuk melihat seberapa besar rasa berserah pada yg maha segala. Jika masalah mampu atau tdknya. Sudah pasti kita mampu. Karna memang itu janjinya. Bukanlah Dia sendiri yg berfirman "laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha

Pun juga. Kata seorang ibu yg aku temui tadi pagi. Beliau berkata. Barangsiapa yg banyak bertawakal. Maka ia tak akan pernah kesulitan. Karna ia akan selalu percaya. Percaya bahwa sang maha kuasa tau yg terbaik untuknya. Akan selalu ada untuknya. Akan menuntun arah tempuh setiap tapak. Ia tak pernah resah akan dunia yg menyulitkannya. Sabar jadi bentengnya. Tabah juga jadi perisainya. Dan ia tak akan pernah lupa akan iman. Karna imanlah yg jadi senjatanya.

Bukan aku menafikkan ikhtiar.. karna jelas sebuah keadaan tdk akan berubah kecuali memang kita yg merubahnya. Hanya skedar mengingatkan , bahwa untuk smua usha yg kau lakukan. Harus baik2. Dan tak melupakan doa. Agar tdk semakin dipersulit langkahnya. Agar dimudahkan usha yg kita jalani. Pun juga agar selalu di arahkan ke arah yg benar. 

Saturday, February 22, 2020

Nyasar Di Negeri Orang. part 1.

Mesir,21022020

Hidupku baru sebulan disini. Tapi rasanya sudah pingin bisa kemana mana, ngomong sama warga disana, nawar harga strawberry dan pingin jadi anak kuliah kayak orang orang.

Ternyata kemampuan anak yang fresh graduate pondokan ini masih bocah. Masih banyak yang harus dipelajari lagi. Masih harus banyak ngurus diri. Masih harus fokus sama tujuan awal. Mungkin akan ada saatnya esok lusa semua akan bisa. Semoga saja dulu.

Nah, karna keinginan yang gak memikirkan kemampuan jadilah aku bertindak gegabah. Dan di mulai dari cerita kemarin lusa.

Setelah sekolah bahasa hingga matahari meninggi diatas kepala. Aku pulang ke kasur . Lalu pesan wa masuk. Ternyata dari kakak ketua angkatan gama jatim  2020 yang meminta  aku dan satu temanku , fathin namanya , untuk mengikuti daftar ulang wawancara pemilihan kabinet mahasiswa indonesia angkatan 2020 yang sudah kami ikuti alurnya sejak hari sebelum sebelumnya. 

Berangkatlah kami ke tempat wawancara yang dituju. Sebenarnya tempat pertemuannya tidak terlalu jauh sih ,  mungkin sekitar 30 menit dari rumah. Bis kami masih dicarikan oleh kambing (kakak pembimbing) kami. Berangkat dengan buru buru. Dan antara perasaan siap atau tidak. Hingga aku sempat menaruh doa setelah sholat dzuhurku " Ya Allah , jika amanah ini sanggup untuk aku pikul, maka mudahkanlah lancarkanlah semuanya. Namun jika aku belum sanggup, maka berilah kami yang terbaik. " sebab sungguh aku ragu.

Diperjalanan kami terus dipantau oleh kakak pembimbing kami yang perhatiannya masya Allah.. lalu di tengah perjalanan kita mengirimkan sebuah foto untuk memastikan ini jalan yang benar. Jalan yang dituju memang benar . Tapi katanya sampai kesana cukup lama. Dan kami menunggu. Terus menunggu. Hingga kami terfikir apa memang sejauh ini? Sampai harus lewat terowongan? Dan kami sadari dari tadi sudah tak terlihat wafidin* selain hanya aku dan fathin.

Lalu kami mencoba bertanya kepada perempuan paruh baya yang duduk di sebelah kami. Dengan bahasa yang tersendat patah patah.
🧕🧕 : rab'ah* fiin? (Rab'ah dimana ya? )
Awalnya orang di sebelahku kurang paham mungkin sama pertanyaanku. Dan aku ulangi lagi pertanyaanku. Hingga semua orang di bis kaget. Sebab ternyata tempat itu sudah tertinggal jauuh.. akhirnya semua orang di bis bilang "ala gambik yasthoh!" (Berhenti , pak! ) dan mereka menyuruh kami untuk menyebrang dan mencari bis sesuai tempat yg aku tuju. 

*wafidin = para pendatang kebanyakan dari asia.
*rab'ah = tempat yang kami tuju. Letaknya di nasr city.

Lanjutan ceritanya di part 2 ya.. 😁

*ini adalah peta dimana aku tersesat. Kukira gak seberapa jauh. Eh ternyata udh bingung gimana cara mau pulang. Madinatun nasr ato nasr city itu kawasan rumahku. Jadi tersesat disini bukan main main.. itu udh sore juga.. belum sholat. Belum makan. Komplit dah pokoknya.


Friday, February 7, 2020

Tsuki Ga Kirei (part 2)


Foto pertama diambil tanggal 20 maret 2019. Di Indonesia. Dengan kemampuan ku yang masih belum bisa apa apa.

Setelah berproses. Dan dimulai oleh ketidaksengajaan seoreng kawan. Akhirnya ditemukanlah waktu pemotretan bulan terbaik. Yaitu di waktu awal kedatangannya dan juga di akhir kepergiannya.

Dan foto terakhir diambil di Mesir. Dengan kamera* yang sama yang mulai menua bersama usia pemiliknya.

Terimakasih,bulan.
Sudah banyak menemani dan memberi arti.

__________
* : With Sony cybershot 

Tsuki Ga Kirei. (part 1)


Awalnya yang ku tau "tsuki ga kirei" hanyalah kata berbahasa jepang yang bermakna bulan yang indah atau dalam bahasa inggris "as the moon, so beautiful " itu aja.

Tapi seiring perputaran bulan yang berulang ulang. Nyatanya makna kata itu. Tidak sesederhana itu. Tidak hanya itu. 

Sungguh , aku baru tau.

Wednesday, November 6, 2019

Jati Diri Kita

Setiap orang selalu ada prinsip dihidupnya. Tidak mau ini. Hanya mau itu. Atau bagaimana. Itu yg menjadikan seseorang yang khas. Semua punya karakter masing masing. Seberapa teguh memegang prinsip dan seberapa berpengaruhnya omongan orang dalam hidupnya. Itu juga akan menjadikan karakter. 

Tentang prinsip kehidupan. Semua manusia pasti punya tolak ukur penilaian masing masing. Mana kebaikan. Mana kebenaran. Mana keburukan. Mana kesalahan. Semua ada dasarnya. 

Dan islam. Bukan hanya agama yg mengatur dirinya dengan Sang Maha Kuasa dengan segala peribadatannya. Islam juga sebagai ideologi yg melahirkan seluruh peraturan kehidupan manusia. Itulah syariat. 

Lalu bagaimana tolak ukur penilaian bagi kami? Kaum muslimin? 

Islam agama ciptaan dari Yang Maha Pencipta sekaligus Maha Pengatur. Tak ada sebaik baik aturan kecuali dariNya. Seperti halnya smartphone. Yang mengetahui kelebihan serta kekurangannya adalah yg menciptakannya. Pun juga cara penggunaannya. Kita bisa saja salah dalam menggunakan smartphone itu. Saat kita mungkin lalai. Tdk merawatnya baik baik. Ataupun memang kurang paham cara pakainya.
Pun juga kita manusia. Yang hanya makhluk. Yang diciptakan. Maka Yang Maha Pencipta Maha Mengetahui. Maka aturan mana lagi yg kita gunakan jika bukan dari Sang Pencipta? 

2 fasilitas yang Allah SWT beri agar kita bisa memahami kehidupan ini. Yaitu dgn berpegang teguh pada al quran dan as sunnah. Darisanalah kita bisa menjalani kehidupan ini dgn sebaik baiknya perjalanan. Itulah jati diri kaum muslim. Jati diri kita semua.



Salam kenal. 
*Ini rumah baruku. Rumah blog. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. 
Jangan lupa berkunjung di tempat lainnya..
Instagram: @InsyaAllah_Faedah
Facebook : diarcy alifiyori 
😊😊😊